Tujuan Hidup

Dalam menjalani hidup kita mempunyai tujuan masing-masing yang ingin kita capai, bila tidak mempunyai tujuan, hidup akan menjadi terasa membosankan, karena sehari-hari melakukan hal yang sama seperti sebelumnya, contohnya seperti bangun pagi, mandi, sarapan, kuliah, sepulang kuliah mandi, menghabiskan waktu luang, dan pergi tidur. Bila melakukan hal ini terus-menerus akan terasa begitu-begitu saja. Lain halnya bila tujuan hidup telah diketahui sebagai contoh, saat lulus nanti ingin menjadi programmer yang handal, pastinya bila ingin menjadi handal perlu latihan setiap hari dengan materi yang berbeda-beda. Nantinya keseharian menjadi bervariasi, misalnya seperti sepulang kuliah memberikan kursus komputer kepada anak sekolah, membuat program-program yang powerful, menjadi tutor di laboratorium, dapat tawaran membuat software dari berbagai perusahaan, ya begitulah sebagian peluang yang bisa didapat bila dari pertama tujuannya menjadi seorang programmer. Dan bila sudah mahir dalam profesi pembuat program, maka akan naik pangkat menjadi sistem analis. Yang dikerjakan sistem analis hanya menganalisa program baik kesalahannya, manfaatnya, dan juga mengetahui apakah sistem sesuai dengan permintaan user, itulah tujuan hidup. Yang kedua hidup akan terasa mengecewakan. Dalam hal ini orang yang tidak mengetahui tujuan hidupnya akan mengecewakan lingkungan sekitar, bisa dirumah atau dilingkungan pergaulannya. Dirumah, sewaktu pulang kuliah banyak waktu luang yang dapat digunakan, tapi… bila orang belum punya tujuan hidup akan menghabiskannya dengan hal-hal yang dapat mengecewakan diri sendiri maupun orang lain. Misalnya bermain game dengan sangat getol, apalagi bila itu game yang online, ini mempengaruhi sikap orang tua karena mereka berpikir bahwa “Sudah dikuliahin tapi ko begini kerjaannya???”, orang tua kontan kecewa dengan kebiasaan itu, membuat tidak semangat hati, jiwa, atau pikiran huuuh cape dehh. Ketiga, dengan pembahasan yang kedua tadi disini hidup akan sulit dikontrol (karena sudah ketagihan bermain game), makan harus diingatkan, itu juga bila langsung dikerjakan. Malas beranjak dari depan komputer, makan minta dibuatkan. Bermain hingga berjam-berjam (seharusnya orang tua memberikan tarif seperti warnet agar terkontrol, he..he..). Manfaat mengetahui tujuan hidup yaitu bisa memberi fokus pada hidup, misalnya bila ingin pergi dengan tujuan ke kampus maka fokus akan kekampus tidak singgah ke tempat ini atau itu jadinya tujuan kekampus akan tersampaikan, maksudnya adalah begitu. Kalau saya sendiri tujuan hidup saya dalam karir adalah menjadi seorang programmer atau sistem analis pada bagian IT suatu perusahaan, untuk itu saya berkuliah di Gunadarma pada bidang SI untuk memfokuskan pengetahuan saya pada sistem informasi yang ada pada organisasi.

Dalam menjalani hidup kita mempunyai tujuan masing-masing yang ingin kita capai, bila tidak mempunyai tujuan, hidup akan menjadi terasa membosankan, karena sehari-hari melakukan hal yang sama seperti sebelumnya, contohnya seperti bangun pagi, mandi, sarapan, kuliah, sepulang kuliah mandi, menghabiskan waktu luang, dan pergi tidur. Bila melakukan hal ini terus-menerus akan terasa begitu-begitu saja. Lain halnya bila tujuan hidup telah diketahui sebagai contoh, saat lulus nanti ingin menjadi programmer yang handal, pastinya bila ingin menjadi handal perlu latihan setiap hari dengan materi yang berbeda-beda. Nantinya keseharian menjadi bervariasi, misalnya seperti sepulang kuliah memberikan kursus komputer kepada anak sekolah, membuat program-program yang powerful, menjadi tutor di laboratorium, dapat tawaran membuat software dari berbagai perusahaan, ya begitulah sebagian peluang yang bisa didapat bila dari pertama tujuannya menjadi seorang programmer. Dan bila sudah mahir dalam profesi pembuat program, maka akan naik pangkat menjadi sistem analis. Yang dikerjakan sistem analis hanya menganalisa program baik kesalahannya, manfaatnya, dan juga mengetahui apakah sistem sesuai dengan permintaan user, itulah tujuan hidup. Yang kedua hidup akan terasa mengecewakan. Dalam hal ini orang yang tidak mengetahui tujuan hidupnya akan mengecewakan lingkungan sekitar, bisa dirumah atau dilingkungan pergaulannya. Dirumah, sewaktu pulang kuliah banyak waktu luang yang dapat digunakan, tapi… bila orang belum punya tujuan hidup akan menghabiskannya dengan hal-hal yang dapat mengecewakan diri sendiri maupun orang lain. Misalnya bermain game dengan sangat getol, apalagi bila itu game yang online, ini mempengaruhi sikap orang tua karena mereka berpikir bahwa “Sudah dikuliahin tapi ko begini kerjaannya???”, orang tua kontan kecewa dengan kebiasaan itu, membuat tidak semangat hati, jiwa, atau pikiran huuuh cape dehh. Ketiga, dengan pembahasan yang kedua tadi disini hidup akan sulit dikontrol (karena sudah ketagihan bermain game), makan harus diingatkan, itu juga bila langsung dikerjakan. Malas beranjak dari depan komputer, makan minta dibuatkan. Bermain hingga berjam-berjam (seharusnya orang tua memberikan tarif seperti warnet agar terkontrol, he..he..). Manfaat mengetahui tujuan hidup yaitu bisa memberi fokus pada hidup, misalnya bila ingin pergi dengan tujuan ke kampus maka fokus akan kekampus tidak singgah ke tempat ini atau itu jadinya tujuan kekampus akan tersampaikan, maksudnya adalah begitu. Kalau saya sendiri tujuan hidup saya dalam karir adalah menjadi seorang programmer atau sistem analis pada bagian IT suatu perusahaan, untuk itu saya berkuliah di Gunadarma pada bidang SI untuk memfokuskan pengetahuan saya pada sistem informasi yang ada pada organisasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: